11 December 2023

Roda berputar

Artikel

Coba kita telisik tentang air. Air itu selalu mengalir, menuju ke tempat yang lebih rendah. Selama ada ruang dan celah untuk mengalir, maka air akan terus bergerak, berjalan seperti halnya roda kehidupan. Terus berputar, menapaki tangga-tangga kehidupan, tak pernah lelah, dan berhenti melangkah. Terus berjalan hingga pada satu titik, ketika air berjumpa pada satu kubangan muara dan hilir sungai yang tentu saja, jauh lebih rendah. Iya, itulah perjuangan, ketika air sudah berjumpa dengan apa yang ia cita-citakan.

Demikianlah, seharusnya kita dalam menapaki kehidupan ini. Teruslah bergerak dan jangan berhenti. Tak perlu takut lalu berhenti, dan berputus asa ketika rintangan dan hambatan datang silih berganti. Tak perlu kecewa, cemberut dan pesimis ketika kegagalan bertubi-tubi mendera. Ingatlah, rintangan itu, pastinya ada. Hambatan itu, pastinya sudah biasa. Iya akan terus datang menghampiri kita, menguji kita, sejauhmana kita kuat, tegar dan tetap tangguh dalam menghadapinya.

Tak perlu takut menghadapi kegagalan. Semakin besar rasa takut itu mendera kita, maka semakin besar pula kesuksesan itu akan menjauhi kita. Sadarilah, banyak orang yang sukses, awalnya kerap berkawan dengan kegagalan. Berkali-kali kegagalan, datang silih berganti dalam kehidupannya. Namun mereka hadapi dengan ketegaran, ketangguhan, dan semangat yang menyalah. Hingga pada akhirnya kesuksesan itu pun datang direngkuhnya. Belajarlah dari semangatnya air yang terus melangkah, tak kenal lelah hingga tercapai cita-cita.

Sahabat. Seringkali kita dalam menapaki kehidupan ini, hidup berleha-leha. Terkadang malas dan sangat mudah menyerah. Mudah sekali kita berputus asa ketika apa yang kita cita-citakan tak kunjung tiba. Mudah sekali kita patah semangat, saat kegagalan menimpah kita.

Yuk, kita telisik lebih dalam. Berapa lama waktu yang kita gunakan untuk hal-hal yang bernilai positif daripada mengisi waktu dengan duduk berleha-leha, tanpa arti dan seringkali tak produktif. Lebih lama mana, waktu kita gunakan untuk asyik menonton televisi ataukah asyik membaca buku. Lebih lama mana, waktu kita gunakan untuk berjalan ke mal-mal ataukah waktu kita gunakan untuk membaca AlQuran. Lebih lama mana, waktu kita gunakan untuk ngobrol ngalor ngidul daripada diskusi tentang ilmu agama atau lebih lama mana, kita nongkrong di warung sambil minum kopi daripada duduk berlama-lama berdzikir setelah selesai shalat.

Jujur, kalau kita mau menyadari, ternyata banyak sekali waktu yang kita sia-siakan, pergi begitu saja. Hilang tak berguna. Tanpa makna dan kurang produktif. Padahal sesungguhnya, kalau kita bisa menggunakannya waktu itu dengan sebaik-baiknya, maka berapa banyak peluang amal saleh yang bisa kita ambil dan manfaatkan dalam rangka meningkatkan kualitas diri.

Lihatlah air, ia terus bergerak kan? Hingga apa yang ia cita-citakan terwujud dan berhasil. Ia tak pernah lelah, terus mengalir menggapai mimpi-mimpinya. Selama ada celah dan ruang, ia akan terus berjalan. Terus bergerak dan mengalir. Demikianlah kita seharusnya. Terus bergerak, mewujudkan mimpi-mimpi. Terus berjuang meraih cita-cita. Mimpi itu harus diwujudkan, cita-cita itu harus diperjuangkan. Modalnya adalah ketekunan, disertai kesungguhan dan tak mudah berputus asa. Berleha-leha, malas apalagi berhenti bergerak dalam meraih cita-cita adalah perilaku kurang tepat, yang seharusnya kita hindarkan. Teruslah melaju meraih cita-cita. Teruslah melangkah, meningkatkan kualitas.

Sahabat. Kehidupan adalah roda berputar. Terkadang kita di atas, terkadang pula kita berada di bawah. Semuanya harus dijalani dengan kesungguhan, ketegaran dan ketekunan disertai keikhlasan. Jangan terlena saat kita sedang berada di puncak, tetap santun dan penuh ketawadhuan. Pun sebaliknya, tak perlu merana, kecewa atau bahkan menjerit sejadinya saat berada di bawah penuh derita. Bersyukurlah saat kita sedang di puncak dan bersabarlah saat kita sedang jatuh terlilit derita.

“Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar” (QS. Al Baqarah: 152). Dalam ayat yang lain, Allah berfirman “Jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Maha Kaya atas kalian. Dan Allah tidak rida kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur, Allah rida kepada kalian” (QS. Az Zumar: 7).

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mukmin sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim).

Sahabat. Jatuh bangun di kehidupan, itu hal yang wajar. Itulah bumbu kehidupan. Kita akan semakin tegar dan kuat menapaki kerasnya kehidupan ini, jika kita benar-benar pernah tertimpah derita. Dari sanalah, kita akan tahu betapa menderitanya sahabat-sahabat kita yang hidup terbalut kemiskinan. Maka di saat kita terbalut kekayaan, muncullah rasa syukur dengan wujud gemar berzakat dan bersedekah. Dan sebaliknya, di saat kita jatuh, terlilit kesusahan, maka kita pun ikhlas menerimanya dengan tetap tegar, bersabar dan terus melangkah menapaki roda kehidupan.

Iya, itulah mukmin sejati, yang telah digambarkan oleh rasulullah melalui hadisnya di atas. Bahwa, sesungguhnya kita dianjurkan untuk senantiasa meletakkan rasa syukur dan sabar di setiap warna kehidupan yang kita jalani. Tak perlu sombong, apalagi congkak dengan membusungkan dada di saat kita sedang meraih kesuksesan, dan kebahagiaan. Sebab tak selamanya kita berada di puncak, suatu saat kita pun akan jatuh dan merasakan pedihnya rona kehidupan.

Satu hal yang penting, yang perlu kita tanamkan dalam hati bahwa sesungguhnya kehidupan ini terus berjalan bagaikan roda. Ia akan terus berputar, berjalan dan melangkah. Oleh karenanya, bekali diri kita dengan semangat yang terus menyala, meraih mimpi demi wujudkan cita-cita. Jangan pernah berhenti, mengeluh apalagi berputus asa. Kejar itu cita-cita, raih itu mimpi-mimpi. Hidup harus semangat, jangan berleha-leha, malas dan tak produktif.

Michael Jordan, pernah berkata, “Saya telah gagal berulang kali dalam hidup saya dan itulah kenapa saya berhasil.” Winston Churchill, juga pernah berkata, “Kesuksesan bukanlah suatu akhir, kegagalan tidak berakibat fatal. Keberanianlah yang akan terus berlanjut.”

Ingatlah, Tuhan selalu ada, dan akan senantiasa menolong setiap hamba-Nya yang terus melangkah, optimis disertai usaha dan doa, memohon yang terbaik pada-Nya.


Ada pertanyaan?

Kami siap membantu segala pengaduan maupun pertanyaan lainnya dari Anda

Kantor Pusat

  • Jln. DR. Wahidin Sudirohusodo
    Komp. Pusat Pertokoan No. 5 - 6
    Ende, Wajo, Kota Makassar 90174
    Sulawesi Selatan, Indonesia

Ikuti Kami

Unduh Hasamitra Mobile

BPR Hasamitra berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan merupakan peserta program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)


© 2005 - 2024 BPR Hasamitra All Rights Reserved